Halte Bus: Opini Ruang Publik di Kota Batam

Mei 23, 2008

‘Bomber Liar’ Warning!!

Filed under: Action — haltebus @ 3:24 am
Tags:

Himbauan terbuka kepada para pelaku yang mengaku bomber:

Tindakan anda mengotori fasilitas publik adalah perbuatan tidak terpuji dan terlarang!!

Tidak ada satu manusia pun merasa senang dengan tulisan jorok anda!! kecuali anda sendiri.

Anda telah melakukan kejahatan terhadap publik!!! bertobatlah dengan sungguh-sungguh, tidak akan mengulangi perbuatan anda.

Pemilik Halte-halte di kota ini adalah rakyat, saya yakin tidak ada seorangpun yang sanggup menanggung dosa kepada rakyat pengguna halte. Kalau anda Bomber sejati, carilah tempat yang layak untuk meluahkan ekspresi anda.

Mulailah saat ini untuk tidak mengotori kota dengan tulisan kotor!!!!

Terima kasih jika anda menerima kritikan ini…. Jika tidak, saya akan melaporkan kepada pihak berwajib jika suatu saat menemukan anda mengotori Fasum!!!

Blocking Graffiti #1

Filed under: Action — haltebus @ 3:11 am
Tags:

Akhirnya terlaksana juga program saya untuk memutihkan halte yang dirusak graffiti. Sesuai dengan rencana semula. Saya bersama Ryu (5 th, anak lelaki saya) memutihkan coretan-coretan graffiti yang mengotori halte di Tiban Centre

Kami hanya memerlukan waktu 1 jam saja untuk ngeblok (bukan blog!) coretan-coretan tersebut. Alhamdulillah, coretan-coretan yang rata-rata berisi tulisan kotor tersebut bisa putih, walau belum maksimal, dikarenakan tenaga yang terbatas.

Modal yang diperlukan untuk ngeblok putih 1 halte diperkirakan sekitar Rp. 40.000,- saja, tidak mahal bukan? Ini saya harapkan menjadi stimulan bagi rekan-rekan yang lain untuk ikut serta bergotongroyong membersihkan tulisan-tulisan jorok pada halte.

Tidak ada acara khusus, luangkan waktu 1 jam saja saat libur anda dengan melakukan hal yang bermanfaat, selamat mencoba!!!

Dicari: Clean Batam’s Halte Volunteer

Filed under: Action — haltebus @ 3:08 am
Tags:

Kepada warga Batam yang memiliki kepedulian untuk bersama-sama menjaga Halte Bus di kota Batam tetap bersih dan terawat, saya bercadang membuat program rehabilitasi halte swadaya warga kota.

Program tersebut diantaranya: Pembersihan lingkungan Halte, Perbaikan kecil, dan jika memungkinkan pengecatan halte agar terlihat bersih dan rapi. Kita buat slogan “Clean Batam’s Halte”

Saya yakin program ini bisa berjalan dengan baik, terutama ada support dari warga kota semua. Ini adalah murni swadaya, tidak berhubungan dengan Ormas, Partai atau apapun, semacam gerakan sosial masyarakat. Apalagi bisa dapat dukungan pemerintah (just info: kita tidak berharap bantuan dana dari Pemko Batam). Jadi dana yang ada adalah sumbangan dari orang-orang yang peduli akan ‘nasib’ halte kota kita.

Jika anda peduli dan berminat, sila hubungi saya di:
Setio Suprapto
email: setios.s@gmail.com
sms: 0819.2617.009

Vandalisme: Ketika Fasum menjadi Kanvas

Filed under: Opini — haltebus @ 3:06 am
Tags:

Kalau anda berkendara di kota Batam, pasti menjumpai coretan di merata tempat, seperti di halte, pagar, batu miring dll. Coretan yang biasa disebut graffiti tersebut dibuat dengan semburan cat semprot. Sebagian mungkin terlihat indah dengan komposisi warna dan teknik yang cukup baik. Namun tidak sedikit yang dikerjakan dengan cara sembrono. Apalagi itu dilakukan tidak pada tempatnya.

Apapun alasannya, kegiatan graffiti pada fasilitas publik adalah ilegal dan sangat merugikan. Kesan yang tertangkap adalah kotor, kumuh, dan merusak keindahan kota. Warga kota yang peduli pasti menjadi geram dengan ulah ‘bomber’ liar tersebut.

Yang lebih menggeramkan lagi vandalisme dilakukan oleh orang-orang yang intelek, seperti menempelkan sticker, poster, brosur semisal kampanye legislatif maupun eksekutif ataupun jualan produk. Memang tindakan tersebut tidak dilakukan yang bersangkutan, setidaknya tim suksesnya yang bekerja.

Semakin kotorlah fasilitas umum kita dengan ulah orang-orang yang tidak bertanggungjawab tersebut. Tidak dapatkah kita sekedar menjaga ruang publik ini bersih dan teratur? Alih-alih membuat, menjaga saja tidak mampu. Budaya usil tampaknya harus dikikis sampai keakar-akarnya. Bagaimanapun itu telah merugikan rakyat kecil yang ‘menikmati’ sedikit fasilitas umum tersebut.

April 26, 2008

Vandalisme: Ketika Fasum menjadi Kanvas

Filed under: Opini,Uncategorized — haltebus @ 2:18 am

Kalau anda berkendara di kota Batam, pasti menjumpai coretan di merata tempat, seperti di halte, pagar, batu miring dll. Coretan yang biasa disebut graffiti tersebut dibuat dengan semburan cat semprot. Sebagian mungkin terlihat indah dengan komposisi warna dan teknik yang cukup baik. Namun tidak sedikit yang dikerjakan dengan cara sembrono. Apalagi itu dilakukan tidak pada tempatnya.

Apapun alasannya, kegiatan graffiti pada fasilitas publik adalah ilegal dan sangat merugikan. Kesan yang tertangkap adalah kotor, kumuh, dan merusak keindahan kota. Warga kota yang peduli pasti menjadi geram dengan ulah ‘bomber’ liar tersebut.

Yang lebih menggeramkan lagi vandalisme dilakukan oleh orang-orang yang intelek, seperti menempelkan sticker, poster, brosur semisal kampanye legislatif maupun eksekutif ataupun jualan produk. Memang tindakan tersebut tidak dilakukan yang bersangkutan, setidaknya tim suksesnya yang bekerja.

Semakin kotorlah fasilitas umum kita dengan ulah orang-orang yang tidak bertanggungjawab tersebut. Tidak dapatkah kita sekedar menjaga ruang publik ini bersih dan teratur? Alih-alih membuat, menjaga saja tidak mampu. Budaya usil tampaknya harus dikikis sampai keakar-akarnya. Bagaimanapun itu telah merugikan rakyat kecil yang ‘menikmati’ sedikit fasilitas umum tersebut.

Halte Bus baru di Jl. WordPress

Filed under: Uncategorized — haltebus @ 2:00 am
Tags:

Pagi ini saya terpaksa mendirikan haltebus baru bilangan Jl. WordPress, sememangnya sejak awal sudah harus saya lakukan. Saya tidak ingin para pengguna berlama-lama menanti haltebus di blogspot dibuka untuk umum karena penjaganya sering kesiangan (hehe…). Proses berjalan tidak begitu lama, karena memang tidak banyak yang harus saya bawa kesini.

Theme: Rubric. Blog pada WordPress.com.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.